Sunday, 21 May 2017

Balada wine gratisan di pesawat

Mau jalan-jalan jauh yaa harus mau naik pesawat berjam-jam. Kalau gak mau yaa naik kereta aja ke Jawa. Pada awal bulan Mei 2017 saya harus menghadiri pameran packaging di Düsseldorf, German. Lumayan kan ke eropa gratisan dan bisa jalan-jalan juga. Meski bawa buntut 3 orang alias mama saya dan 1 rekan kerja mama beserta istrinya, paling gak saya melihatnya yaa kerja sekalian bawa tur ke eropa buat buibuk dan pabapak. Perjalanan ke eropa sendiri memakan waktu belasan jam terbang naik pesawat. Saya sendiri sebenernya parno terbang lama-lama karena takut turbulensi, ditambah lg saya sering pipis kalau dingin di pesawat dan lama terbang. Tapi yaa mumpung gratis, hajar! 

Saya kebetulan naik salah satu pesawat asal United Arab Emirate (UAE) . Jadilah transit 1 kali di Abu Dhabi, lumayan ada 1 negara baru yang keinjek tanahnya meski cuma tanah di bandara. Karena perjalanan sekitar 7 jam dari Jakarta-Abu Dhabi, saya pun sok2an minta red wine. Biar gaya sekalian bisa tidur, namun ternyata balada pun terjadi karena red wine itu dan terjadi pada 1jam pertama penerbangan! Ibu  saya yang duduk di window seat ingin ke toilet, karena saya malas berdiri jadilah saya berusaha menipis2kan cara duduk saya dan wine saya taruh di cantolan depan saya. Harapan nya ibu saya bisa sukses lewat tanpa saya bangkit berdiri. Ketika ibu saya berusaha lewat, beliau gak sengaja menyenggol wine saya yang masih ada setengah gelas dan isinya tumpah ke kaos kaki saya dan karpet di bawah kaki saya. Hadeeehhh! Bau wine menyengat dlm jarak 2mtr kali, sampe org seberang nengok dan ngendus2 dan tutup hidung (maklum banyak yang sedang perjalanan umroh dan mereka mungkin shock bau wine saya yang melebar kemana-mana. (FYI, wine tumpah itu bau nya menyengat, beda kalau yang tumpah air putih atau soft drink). Saya pun harus bertahan dengan bau wine tumpah selama sisa 6jam perjalanan! Karena kedinginan dan bau yang menyengat (pramugari yang lewat aja sampe ngendus2) alhasil saya copot kaos kaki bau wine itu dan dengan kaki kedinginan berjalan ke toilet sambil tunggu antrian toilet untuk cuci kaki. (FYI wine itu lengket loh).

Gak hanya sampai situ, ternyata niat saya cuci kaki di wc dalam pesawat harus gugur krn saat sy dpt giliran, pesawat turbulensi dan semua harus duduk pasang seatbelt. Airlines ini cukup ketat dlm peraturan pasang seatbelt. Jadilah saya kembali dengan berat hati ke tmt duduk dan saya cuma pakai tissue basah ngelap2 bekas wine serta bertahan 5jam perjalanan dengan kaki bau wine dan tisu basah. Untung ada penyelamat yaitu kaos kaki airlines jd gak dingin2 banget.

Kesialan saya dengan wine ternyata terjadi saat rute pulang juga. Saat pulang saya pun memesan wine lagi dengan harapan ingin tidur krn udah capek 2 minggu travelling. Lagi-lagi saat ibu saya ke toilet, di saat saya merasa senang krn ibu saya bisa lolos saat pergi ke WC dengan kondisi wine saya pegang (kapok ditaruh di cantolan depan), saat ibu saya kembali dr WC, justru tangan saya terpeleset dari pegangan kursi dan akhirnya wine di tangan saya tersebut tumpah mengenai celana saya, bantal tidur dr pesawat serta selimut pesawat. Ibu saya sampai cekikikan ketawa gara-gara kesialan saya dengan wine gratisan pesawat. Untung ada spare selimut dan bantal cadangan. Setelah diberikan 1 set bantal dan selimut baru, pramugari pun bertanya "would you like to have another glass of wine?" Saya pun bijak menjawab "no thanks, but I would like to have water instead."

Moral of the story = jangan bergaya2 pengen kece lalu minum wine gratisan padahal gak biasa minum wine. Lalu kalau ada orang permisi mau lewat, jangan sok2an dengan jurus mengecilkan badan atau mengurus2kan paha sendiri, it wont fit!  berdirilah sebentar dan persilahkan orang tersebut lewat. Jangan malas! 

No comments:

Post a Comment