Friday, 24 September 2010

unnamed....

ini adalah sebuah kisah tanpa judul.. tiba2 saja jadi teringat kisah ini,,d dan sangat ingin menceritakannya di blog.. ga harus dibaca sih,, cuma drpd di otak terus,, jd lebih baik ditulis aja... ini kisah nyata tmn gw.. unik dan ironis,, hohoohho..

ada seorang anak.. dia bukan siapa2.. ayahnya hanya karyawan biasa. ibunya pun karyawan biasa. dr dulu hidup keluarga ini selalu susah, bahkan makan nasi pun sulit. kadang pernah makan hanya dengan nasi dan garam. karena kekurangannya ini, dia menjadi sosok yg haus akan pangkat, haus akan uang, ingin selalu menjadi nomor satu. ia ingin kelak ia mendapatkan apa yang ia tidak miliki saat kecil dulu. segala cara dihalalkan.

ironis nya , teman2 sekolah nya pun tidak menyukainya.. ia bukan seorang yg terkenal di sekolahnya. maka sang anak menjadi pendiam, menjadi minder , tak tahu arah. namun ketika bekerja. nampaknya bintang kemujuran sedang berpaling padanya. ia menjabat sebagai manager di sebuah perusahaan .. karena sangat ingin membalas apa yg telah dunia perbuat utk dia, maka sang anak tsb mati2an utk menjadi yg terbaik... kepercayaan telah ia dapatkan, teman telah ia dapatkan.,,segalanya berjalan cukup mulus saat awal2 ia menjabat sebagai manager..

namun, karena keegoisan dan haus akan kekayaan, perusahaan tsb tertimpa krisis.. semua anak buahnya mendukung dia.. tidak ada satupun org yg tidak mendukung dia... namun ada perusahaan kompetitor yg ingin  menjatuhkan perusahaan ini.. dan lucunya adalah, si perusahaan kompetitor ini menusuk dari dalam.. tanpa sadar dia menekan, memberikan beban mental yang mendalam bagi semua karyawan dan karyawati di perusahaan tsb.. memang nampaknya tidak memberikan beban secara fisik dalam artian teror telepon, atau sejenisnya.. namun yang diberikan adalah beban mental dimana perusahaan tersebut tidak ada pilihan lain.

untungnya hampir semua karyawan/i di perusahaan tersebut tidak hancur seperti luarnya. dalam artian ini adalah financial... mereka tetap mengais untuk membangun perusahaan yang kelihatannya sudh rata dengan tanah.

sang manager berpikir keras, bagaimana cara membangun kembali perusahaan nya. bukan untuk menjatuhkan sang kompetitor, tetapi berpikir untuk memanfaatkan sang kompetitor.

memang sangat kejam, tetapi sang manager benar - benar sudah tidak punya cara lagi.. sang kompetitor nampaknya telah menabuh gendang perang... arang dan minyak tanah telah disiapkan, korek api telah dibeli. tugas nya sekarang adalah membakarnya sampai habis.

itu adalah pikiran awal sang manager..setelah menyusun rencana matang - matang.. dia kebetulan lewat di depan sebuah gereja.. kemudian, dia berdoa disitu. dan dia merasakan suka cita... dia merasa apa yang dia rencanakan adalah salah. justru yang dia harus lakukan adalah menjalaninya. membawanya dalam doa. bukan menantang,,, tidak perlu mengumbar - umbar, itu adalah sifat childish seseorang jika mengumbar - umbar sebuah beban , namun tanpa menyadari bahwa dirinya sendiri adalah sang pembawa beban.

sekarang yang ada di pikiran sang manager adalah semoga tuhan memberikan kepekaan dan memberikan kekuatan untuk menjalani smua ini.memberikan semangat dan dukungan bagi karyawannya.. selebihnya,, ia tidak memikirkan.

cerita yang gw denger sendiri dari temen gw.. bagus yaaa.. dan karena baca ini,, gw jadi ingin menulis utk gw sendiri.. yaitu...

it's easy to apologize,  but i'm sorry , your fault is already been remove.. dosa yang telah dibuat oleh seseorang, adalah tetap dosa seseorang.. yang kita lakukan sekarang adalah bukan menambah dosa, namun berdoa buat org tersebut supaya dia tidak melakukan kesalahan yang sama terhadap orang lain, apalagi terhadap orang yang kita sayangi. cukup 1 orang yang menderita .. ada yang bilang, jangan pernah sumpahi musuhmu, tapi doakan musuhmu.. hahahhaha... miris yaaa. tapi emg sepertinya benar..

ppl have their own right to say sorry, but some ppl don't need apologize.. they need support... not a real support, but mental support.. being a leader is so difficult, sometimes when u are used to be a leader, u don't know anything about ur future leader. tears, passion, make u strong, but trust from your REAL friend is more stronger...

No comments:

Post a Comment